Bisnis kos-kosan (2)


Saat ini kebutuhan akan rumah petak
untuk disewakan pada kalangan
berpenghasilan menengah kebawah
rasanya bisa jadi salah satu alternatif
pemasukan bagi kita yang kebetulan
mempunyai modal berupa (atau untuk
membeli) sebidang tanah dan
penambahan biaya bahan bangunan
sederhana.

Apa saja yang kira-kira dibutuhkan dan
perlu dipertimbangkan dalam
mempersiapkan bisnis sewa-
menyewakan rumah petak ini? Simak
beberapa masukan berikut dari
anggota milis Dunia Wirasausaha.

Hal pertama untuk menentukan bagus
tidaknya prospek bisnis rumah petak
dimasa yang akan datang adalah
lokasi. Anda bisa membeli atau
membangun rumah petak di daerah
dekat pabrik misalnya, tentunya
dengan harapan agak kelak para
buruh pabrik akan memerlukan rumah
petak anda untuk disewa. Biasanya
harga sewanya adalah antara Rp
200,000 sampai Rp 250,000.
Contohnya daerah Cibinong. Sebuah
harian yang terkenal dengan iklan
barisnya baru-baru ini menawarkan
iklan sebagai berikut: dijual rumah
berlantai 250m2 yang terdiri dari
empat buah rumah petak dimana
listrik dibagi untuk empat rumah
tersebut, tandon air satu buah
seharga 180 juta dengan perkiraan
sewa antara Rp 250,000 – Rp 300,000
per rumah.

Nampaknya, koran pun bisa menjadi
masukan kita untuk mencari dan
menentukan lokasi penyewaan rumah
petak sekaligus membandingkan
harga-harga.

Lokasi strategis lainnya adalah yang
berada di wilayah perkantoran atau
kampus. Tentunya rumah petak
disewakan sebagai kos-kosan dengan
fasilitas yang lebih lengkap sehingga
bisa disewakan dengan tarif Rp
300,000 – Rp 400,000 per kamar per
bulan. Tarif ini disesuaikan lagi dengan
utilitas yang disediakan atau
ditanggung oleh pemilik seperti listrik
dan air dan fasilitas lain seperti TV, AC
dan komputer.

Suasana juga akan ikut menentukan
tarif sewa. Kebanyakan mahasiswa
yang jauh dari orang tua (walau satu
kota sekalipun) cenderung memilih
rumah kos yang terasa homy. Misalnya
dengan pengadaan lahan hijau (taman
belakang) rumah.

Pembayaran Sewa

Perbedaan dalam hal pembayaran
untuk rumah petak biasa dan kos-
kosan biasanya tidak menggunakan
kontrak sewa (kebanyakan). Para
mahasiswa membayar lebih dulu
dimuka untuk tiga bulan pertama,
selanjutnya pembayaran perbulan
seperti biasa.

Masalah yang mungkin timbul dalam
hal pembayaran adalah penagihan
uang sewa. Hal ini menjadi penting
karena selalu saja ada kemungkinan
penghuni yang ‘bandel’ dan mangkir
dalam hal pembayaran.

Karena itu, sangat disarankan untuk:
· Mempunyai data yang lengkap
tentang calon penyewa dan
memastikan bahwa data-data tersebut
benar adanya.
· Mempunyai referensi yang jelas
tentang darimana calon penyewa
mengenal kita.
· Untuk kos-kosan sangatlah penting
mempunyai Ibu atau Bapak Kos untuk
mengawasi kegiatan yang berlangsung
sehari-hari (faktor kedekatan dan
kenyamanan hubungan antara
penyewa dan yang menyewakan bisa
jadi faktor penting dalam hal
kelancaran usaha) atau paling tidak,
ada satu orang pengawas harian.
· Yang lain adalah meminta bantuan
tetangga mengecek kos-kosan secara
berkala walaupun hal ini menjadi
alternatif paling terakhir.

kamar-kos-kosan-6-300x225.jpg
Gambar: bisnisukm.com

Dua contoh pembayaran tiga bulan
didepan:
Pertama
bulan 1: bayar 3 bulan
bulan 2: bayar 1 bulan
bulan 3: bayar 1 bulan, dst.
bulan N-2: tidak membayar
bulan N-1: tidak membayar
dimana N adalah bulan penyewa keluar
dari kos.
Kedua (biasanya lebih mudah
diterapkan)
X menyewa mulai Januari 2004. Pada
saat masuk, X membayar untuk bulan
Januari, Februari dan Maret. Mulai
bulan April X membayar bulanan
seperti biasa.

Penyewa Lelaki atau Perempuan?

Ada yang berpendapat bahwa rumah
petak atau kos-kosan yang disewa
penyewa lelaki lebih gampang untuk
dirawat secara kebersihan. Namun
rasanya sih ini hal yang sangat relatif,
tergantung pada individunya. Yang
perlu ditekankan untuk para penyewa
kos misalnya masalah kamar mandi
dan toilet. Adanya larangan utnuk
membuang bekas tissue atau
pembalut wanita kedalam wc adalah
hal yang penting untuk menghindari
terjadinya bongkar pasang WC karena
penyumbatan. Masalah lain seperti
rokok yang dapat merusak karpet
atau furniture (bila ada) juga penting
untuk dikemukakan sejak awal masa
sewa.

Beberapa pengalaman menyebutkan
bahwa bisnis penyewaan dan atau
kos-kosan biasanya sudah bisa balik modal
ditahun ke-3.

Sumber : bundainbiz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: