Memulai bisnis keluarga


bisnis_keluarga-300x199.jpg

Memulai usaha kecil bersama keluarga
– dengan suami, anak, atau sanak
saudara bisa menjadi tantangan yang
unik. Di sisi lain, ini juga sangat
membantu untuk urusan kepercayaan
dan cara yang bagus untuk mengajak
semua anggota keluarga untuk
bersama-sama demi keamanan
generasi selanjutnya.

Keuntungan utama dari menjalankan
bisnis dengan keluarga adalah adanya
kepercayaan yang tidak didapatkan
dari bisnis yang tidak berorientasi
pada keluarga. Karena adanya
kepercayaan dan hubungan keluarga
inilah, anggota keluarga bisa bekerja
lebih giat dan tidak membutuhkan
kontrak legal dan permasalahan lain
yang berkaitan dengan karyawan.

Keuntungan lain adalah, terlepas dari
banyaknya argumen, keluarga memiliki
kecenderungan untuk tetap bersatu
dalam masa-masa sulit. Hal ini
disebabkan karena setiap anggota
memiliki pemahaman yang lebih
terhadap anggota keluarga yang lain,
dan memiliki argumen, kerja sama, dan
pengalaman negatif bersama-sama.

Terlepas dari semua keuntungan
memiliki bisnis keluarga, ada beberapa
hal yang harus diperhatikan:
1. Mencampuradukkan bisnis dengan
urusan pribadi dan keluarga bisa
berdampak buruk pada hubungan
keluarga. Pastikan anda membuat
batasan-batasan yang jelas tentang
dimana dan kapan anda bisa berbicara
tentang bisnis.
2. Pastikan bahwa komunikasi tidak
menjadi halangan. Adakanlah
pertemuan rutin untuk membahas
perkembangan dan perbedaan
pendapat.
3. Perlakukan bisnis keluarga
sebagaimana mestinya. Masalah yang
sering terjadi dalam bisnis keluarga
adalah terlalu berfokus pada
‘keluarga’ daripada bisnis.
4. Pastikan bahwa setiap orang
memiliki peran yang jelas. Ini akan
membantu untuk menumbuhkan
lingkungan bisnis.
5. Anggota keluarga yang berada di
dalam bisnis harus diperlakukan secara
adil. Tidak boleh ada pilih kasih dalam
bisnis. Gaji dan keuntungan yang adil
dapat menjadi poin awal yang bagus.
6. Berusahalah untuk
memngembangkan rencana
pergantian. Siapa yang akan
mengambil alih bisnis setelah anda
pensiun? Contohnya, apakah anak
saudara anda atau anak anda? Ini
dengan asusmsi bahwa saudara anda
dan anda memiliki saham kepemilikan
atas perusahaan.
7. Jika anak anda akan bergabung
dalam bisnis, usahakan agar mereka
mendapat pengalaman di luar bisnis
keluarga selama 3-5 tahun sebelum
mereka bergabung. Hal ini akan
memberi mereka perspektif atau
pandangan yang berharga tentang
bagaimana bisnis seharusnya
dijalankan di luar setting keluarga.

Jadi, aturlah bisnis keluarga itu dengan sebaik-baiknya.

Sumber: bisniskecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: