Berlibur Ke Surga


Oleh: As. Kwok

paket-300x225.jpg

Kerja keras lengkap dengan cucuran-cucuran keringat dan air mata begitu deras tercurah. Dedikasi yang cadas beserta loyalitas yang tandas tertoreh tanpa mengenal kata menyerah. Tak heran, bila sekian target bisa terlampaui dengan gagah. Masa depan perusahaan pun jadi cerah.
“ Terima kasih. Kami tidak sekadar bangga atas hasil kerja Anda. Lebih daripada itu, kami bahagia karena sekian banyak orang telah tertolong oleh usaha ini. Sebagai ungkapan syukur, kami akan memberi kesempatan kepada Anda untuk cuti. Anda setuju?” kata sang pemimpin penuh sanjung puji sekalian menawarkan balas budi.
“ Alhamdulilah, Pak. Bagi saya, bekerja bukan semata-mata prestasi diri. Bunga mawar yang merona penuh goda tak begitu berarti, apabila sorot setiap mata yang memandang berserat kusut. Saya terima tawaran cuti sekalian sebagai ajang mengunyah diri lebih dalam lagi.” Goresan matanya berbinar indah. Tercorong jelas berkas ketulusan. Kosakata kerendahan hatinya mengingatkan bulir padi yang menunduk padat.
“ Tidak banyak orang seperti Anda. Luar biasa!!! Trus, Anda sudah punya bayangan hendak pergi ke mana? Semua biaya kami tanggung !” selanya.
“Kali ini saya mengajukan diri untuk cuti ke surga!” katanya dengan mantap.
“ Maksud Anda hendak berlibur di Pulau Bali? Atau Anda sudah menemukan salah satu sudut benua yang bak nirwana ?” Sang pemimpin sedikit terheran.
“ Bukan itu semua. Saya memang bermaksud menyelinap ke surga yang sesungguhnya untuk beberapa saat. ” Sekali lagi, sulur katanya tak meragukan.
Tak berpanjang kata, setelah hening sesaat mereka menemukan kata sepakat. Langkah-langkah indah segera menjejak sekat surga.

Sengat surya ufuk timur menyirami keberangkatannya. Sebelum gelap menyelimuti bumi, karyawan muda itu kini sudah berada di taman surga dibarengi seorang malaikat sebagai pemandu. Seraya bercakap akrab, ia dibawa malaikat mengitari seluruh detail-detail ruang surga. Rasa terkesima menyeruak di sekujur diri. Pesona surga menyapu setiap relung hati.
Namun, di sela kekaguman yang mendera, matanya tertambat pada kesibukan di areal gudang. Hilir mudik para malaikat pekerja memanggul karung. Sambil melotot heran, ia bertanya, “Malaikat Pemandu, barang-barang apa itu?
Mengapa mereka begitu sibuk mengangkutinya ?”
Jawab malaikat itu, “Oh… itu… Barang-barang itu adalah paket untuk manusia di bumi. Mereka selalu meminta-minta ke sini. Belum sempat dikirim, mereka sudah teriak-teriak minta lagi ini dan itu. Kadang permintaan mereka aneh-aneh juga. Sementara yang tidak jadi dikirim ya disimpan di gudang. ”

SEJENAK MENGHELA NAFAS: Allah selalu menyanggupi permintaan setiap manusia dengan anugerah yang paling istimewa. Bahkan, Allah memberikan jauh melebihi daripada yang pernah kita butuhkan. Allah hanya memberi dan akan selalu memberi sampai berkelimpahan. Namun, manusia kadang-kadang tidak sabar menanti. Maunya sekarang meminta, saat ini juga langsung ada. Manusia tidak tahan untuk menunggu, walau itu hanya sejenak.

Sumber: kompasiana

Comments
2 Responses to “Berlibur Ke Surga”
  1. martha mengatakan:

    humm.. tp gapapa kan klo manusia itu berdoa dan tak hentinya meminta..? *masih bingung*

  2. kalabang mengatakan:

    Ya nggak apa2 lah, lagian berdoa khan nggak bayar koq. He.. He.. He..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: