Vietnam Jadi Idola Ekspor Waralaba Indonesia


download

Ratu Denmark Margrethe (kanan) bersama Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet, berjalan memeriksa pasukan, saat upacara penyambutan di Istana Presiden di Hanoi, Vioetnam (2/11). AP/ Chitose Suzuki

Negara-negara di kawasan ASEAN berpotensi sebagai tujuan ekspor waralaba. Negara yang kini banyak diincar sebagai tujuan ekspor waralaba adalah Vietnam lantaran negara tersebut tengah gencar memburu investor sehingga memudahkan jalur berinvestasi.

Demikian dikatakan Levita Supit, Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia, usai Peluncuran Program Ekspor Waralaba dan Penyerahan Sertifikat Profesional Waralaba di Jakarta, Rabu (16/6). Saat ini Alfamart sedang melakukan penjajakan masuk ke Vietnam.

Senada dengan Levita, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Amir Karamoy mengatakan negara-negara ASEAN memang cocok menjadi tujuan ekspor waralaba. “Sebab, negara-negara itu memiliki kedekatan hubungan kultural dengan Indonesia,” katanya.

Selain ASEAN, menurut Amir, negara-negara Timur Tengah juga berpotensi sebagai tujuan ekspor. “Hubungan kultural antara Indonesia dan Timur Tengah yaitu sama-sama mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujar dia.

Burang Riyadi, konsultan dan pendiri International Franchise Business Management, menerangkan Timur Tengah sangat berminat menarik investasi waralaba Indonesia masuk ke negaranya. “Karena, kekhasan dan kreativitas produk Indonesia,” katanya. Kadin sendiri menargetkan 500 waralaba bisa merambah pasar internasional dalam lima tahun
ke depan. Dari ratusan waralaba, baru sepuluh waralaba yang sukses menembus pasar internasional.

Berdasarkan catatan Kadin, hingga kini terdapat 900 pewaralaba lokal. Adapun jumlah terwaralaba mencapai 100 ribu. Dari jumlah itu, baru 10 waralaba yang menembus pasar luar negeri. Di antaranya Sour Sally, AutoBridal, dan JCo. Makanan dan minuman dinilai sektor paling potensial yang layak didorong merambah pasar ekspor. Sebab, kedua sektor itu mengalami pertumbuhan tinggi hingga 40 persen saban tahun.

Jumlah waralaba sektor makanan dan minuman 50 persen dari total seluruh waralaba. Namun, Amir menambahkan, sektor makanan minuman juga yang paling sering mengalami kegagalan. “Karena ketidaksiapan, maka waralaba di sektor ini banyak mati,” ujar Amir Karamoy. Untuk mencapai target dan meningkatkan ketahanan usaha waralaba dari kebangkrutan, maka Kadin akan melakukan penilaian usaha waralaba terbaik. Waralaba terbaik ini akan diajukan untuk diberi pelatihan dan diusulkan menerima bantuan dari Indonesia Eximbank.

EKA UTAMI APRILIA

Sumber: Tempointeraktif.com

Comments
2 Responses to “Vietnam Jadi Idola Ekspor Waralaba Indonesia”
  1. erwinaziz mengatakan:

    ikut membaca….🙂

  2. kalabang mengatakan:

    Terima kasih sob, udah sering berkunjung kemari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: