Perencanaan Keuangan Keluarga Lewat Tabungan


medium_IrZkfoATCa.jpg
Image : Corbis

Dalam kehidupan kita sehari-hari, uang sudah menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai aktivitas yang kita lakukan dan beragam tujuan di dalamnya. Di mana pun kita berada, langsung ataupun tidak langsung, setiap aktivitas yang kita lakukan selalu berhubungan dengan uang, dan semua itu bermuara ke arah pengeluaran atau pemerolehan uang. Yang menjadi kunci utama bagi kita dalam menyikapi uang di zaman modern ini adalah intensitas dan kualitas kita dalam mengelola uang yang kita miliki saat ini.

Konkretnya, apa yang harus dilakukan dalam mengelola uang sehingga kita bisa mendapatkan kepuasan dan manfaat yang maksimal dari setiap rupiah yang kita miliki? Kalimat bijak menyatakan bahwa semakin cakap kita mengelola uang, semakin besar manfaat dan keuntungan yang kita peroleh. Dengan kata lain, perencanaan keuangan yang semakin matang akan memperbesar manfaat dan kepuasan yang akan kita peroleh dari setiap rupiah yang kita miliki.

Kendala Membangun Budaya Menabung
Mengapa pengelolaan keuangan menjadi begitu penting dalam kehidupan kita? Pada dasarnya, kita semua memiliki tujuan dan impian yang berkaitan dengan uang atau kita sebut dengan tujuan keuangan. Direncanakan atau tidak, kita mendambakan kehidupan yang lebih baik ke depannya, dan itu berhubungan dengan kehidupan yang lebih sejahtera dengan dukungan keuangan yang memadai untuk menjalankan beragam aktivitas yang kita idamkan.

Tujuan dan impian yang kita miliki akan terus dipengaruhi oleh keadaan dan situasi kita saat ini,dan itu terkait pula dengan harapan serta aspirasi kita di masa depan. Misalnya, seperti apakah tujuan dan aspirasi keuangan yang kita inginkan di masa depan demi kebahagiaan kita dan keluarga?
Kapan idealnya impian itu bisa menjadi realita dan keluarga kita bisa menikmatinya?
Atau, berapa tahun lagi kita merencanakan agar impian itu bisa menjadi kenyataan dalam keluarga?
Beberapa tujuan/ impian dan aspirasi yang umumnya hendak kita capai atau kita dapatkan ke depannya,antara lain keinginan untuk membeli mobil baru, memiliki rumah yang lebih besar di kawasan yang lebih baik, atau menikmati perjalanan liburan akhir tahun ke luar negeri.

Impian kita juga bisa berupa ketersediaan uang pendidikan bagi anak-anak tercinta pada kurun waktu belasan tahun yang akan datang. Kita juga memiliki impian untuk bisa menikmati hari tua yang sejahtera. Atau, kita bisa mendapatkan uang jaminan kesehatan pada masa yang akan datang. Semua kondisi itu nantinya akan tergapai dengan baik jika saat ini kita sudah mulai melakukan perencanaan keuangan secara cermat. Keberhasilan kita dalam memenuhi inspirasi dan tujuan keuangan di masa depan sangat bergantung pula pada kemampuan kita dalam mengelola keuangan saat ini.

Tanpa kita sadari,sering kali kita melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan, misalnya membelanjakan uang secara berlebihan melalui pemakaian kartu kredit karena keinginan untuk membeli barang-barang yang menarik (dorongan impulse buying). Kita pun sering kehabisan dan kekurangan uang untuk membayar kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Akibatnya, kita terpaksa menggunakan uang tabungan untuk menutup kekurangan tersebut.

Bahkan, kita harus berutang kepada orang lain atau pihak lain untuk memenuhi biaya kehidupan bulanan dalam rumah tangga. Ketika beragam kondisi itu terjadi dalam hidup kita, itu ber-arti kita gagal dalam menyisihkan sejumlah uang untuk alokasi tabungan demi kebutuhan keuangan jangka panjang.

Seyogianya kita bisa mengelola penghasilan yang kita peroleh saat ini, dan beberapa persen dari penghasilan itu kita sisihkan untuk mewujudkan beragam impian itu dalam bentuk tabungan. Secara esensial, tekad untuk mengumpulkan dan menyimpan uang dalam bentuk tabungan demi kesejahteraan keluarga di masa depan sudah menjadi keharusan bagi kita.

Faktanya, kebiasaan menabung yang notabene merupakan salah satu kiat cermat dalam merencanakan masa depan keluarga yang bahagia sering kali tidak terealisasi akibat beragam kesalahan yang kita lakukan.

Kegagalan atau kekurangan yang acap kali terjadi ketika kita hendak menabung umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini.
Pertama, kurangnya kedisiplinan kita dalam menabung sejumlah uang secara teratur setiap bulan. Dalam hal ini,kita cenderung menunda keinginan untuk menabung karena kita merasa tidak ada kewajiban yang hakiki untuk melakukannya.
Kedua, godaan untuk menarik dana dari tabungan yang kita miliki guna memuaskan kebutuhan belanja yang tidak perlu.
Ketiga, umumnya kita merasa bahwa kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mengakumulasi jumlah uang dalam jumlah besar melalui skema menabung.

Akibatnya, kebiasaan menabung yang seharusnya kita lakukan terkendala dengan fenomena tersebut. Bila komitmen untuk menabung sering kali terkendala dengan munculnya beragam kesalahan tersebut.

Sumber: Okezone

Comments
10 Responses to “Perencanaan Keuangan Keluarga Lewat Tabungan”
  1. ai mengatakan:

    susaaaaaaahhhh banget buat nabung…banyak bgt godaannya😦

  2. fajar mengatakan:

    faktor yang nomor dua itu, nusuk aku haha😆

  3. martha mengatakan:

    giliran mau nabung.. ada aja kebutuhan yang pengen dibeli😦

  4. hargun mengatakan:

    beliin emas aja gan. kan harganya pasti naik terus tuh. lagian gampang untuk di cairin kok. gimana yang bawah ane setuju ga.

  5. Kelabang's Blog mengatakan:

    Setuju, trus emas 8 sama emas 9 ada perbedaannya apa gak sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: