Celaan Yang Membawa Berkah


Oleh Rahmat Saepulloh
satpam.jpg

Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh muatan berisi puluhan buku ke kantor berlantai 7 di suatu perguruan tinggi, ketika dia memanggul buku-buku tersebut menunggu di lift, seorang satpam yang berusia 50-an menghampirinya dan berkata : “Lift ini untuk profesor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift ini, kau harus lewat tangga!
Anak muda memberian penjelasan pada satpam itu : “Saya hanya ingin mengantar buku semobil ini ke kantor lantai 7, ini kan buku pesanan kampus ini !”
Namun, dengan beringas satpam itu berkata : “Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau bukan profesor atau pun dosen, tidak boleh menggunakan lift ini!
Kedua orang itu berdebat cukup lama di depan pintu lift, tapi, satpam tetap bersikeras tidak mau mengalah. Dalam benak anak muda itu berpikir, jika hendak mengangkut habis buku semobil penuh ini, paling tidak harus bolak-balik 20 kali lebih ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan!

Kemudian, anak muda itu tidak dapat menahan lagi satpam yang menyusahkan ini, lantas begitu pikirannya terlintas, ia memindahkan tumpukan buku-buku itu ke sudut aula, kemudian pergi begitu saja.

Setelah itu, anak muda menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan bos bisa memakluminya,sekaligus juga anak muda tadi mengajukan surat pengunduran diri pada bosnya, dan segera setelah itu ia pergi ke toko buku membeli bahan pelajaran sekolah SMU dan buku referensi, sambil meneteskan air mata ia bersumpah, saya harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk ke perguruan tinggi, saya tidak akan membiarkan dilecehkan orang lagi.

Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda ini belajar selama 14 jam setiap hari, sebab ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia tidak bisa lagi mundur, saat ia bermalas-malasan, dalam benaknya selalu terbayang akan hinaan security yang tidak
mengizinkannya memakai lift, membayangkan diskriminasi ini, ia segera memacu semangatnya, dan melipatkan gandakan kerja kerasnya.

Belakangan, anak muda ini akhirnya berhasil lulus masuk ke salah satu lembaga ilmu kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun lebih telah berlalu, sang anak muda akhirnya berhasil menjadi seorang dokter klinik.

Sang dokter merenung sejenak, ketika itu, jika bukan karena security yang sengaja mempersulitnya, bagaimana mungkin ia menyeka air matanya dari hinaan itu, dan berdiri dengan berani ?

Dia telah berhutang budi pada security yang menghinanya !
==================================
======================
Sahabat ternyata di balik hinaan, cacian, dan celaan dari seseorang ada satu hikmah yang dapat kita ambil. Contoh cerita dia atas, seorang anak muda yang ingin menunjukan kepada dunia bahwa ia tidak pantas di perlakukan seperti itu. Ia bekerja keras mengembangkan bakat dan potensinya untuk membuktikan bahwa ia pantas dan layak dihargai oleh orang lain.

Mungkin kisah ini sedikit memberikan inspirasi bagi kita. Saya yakin sahabat sekalian memiliki itu. Mari kita buktikan bahwa kita layak menjadi yang terbaik.

Salam sukses!

Sumber: karir-up

Comments
8 Responses to “Celaan Yang Membawa Berkah”
  1. sy pernah membaca kisah ini:mrgreen:

  2. saipuddin mengatakan:

    lalu bagaimana ya merubah orang yang menyikapi hinaan itu secara negatif.
    Oya mas maaf ya link nya belum saya pasang.

  3. Tri Setyo Wijanarko mengatakan:

    nice story brother😉

  4. kiminuklir mengatakan:

    apapun jika disikapi dengan positif akan menghasilkan sesuatu yg positif pula…
    begitu pula dengan hinaan, jika disikapi dengan bijak dan justru dijadikan motivasi… hasilnya ya seperti cerita di atas….
    ceritanya bagus mas..🙂

  5. Tamba Budiarsana mengatakan:

    Benar-benar memberi semangat positif.
    Ini bisa dijadikan pelajaran.
    Hari ini saya mengalami hal yang sama tapi dalam konteks lain, begitu membaca artikel ini saya jadi semangat lagi.
    Makasi banyak Bro..🙂.

  6. dreesc mengatakan:

    setiap kejadian pasti ada hikmahnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: