Kebingungan Redenominasi Ala Rusia Dan Ghana


download_2
TEMPO/Dinul Mubarok

Kebingungan tiba-tiba menyelimuti Kota Moskow yang menggigil. Pada Januari 1998, di salah satu sudut kota di jantung Rusia itu, misalnya, hari itu seorang kasir kebingungan melayani para pembeli yang hendak membayar. “Ini uang kertas rubel yang baru?” kata Yelena, kasir itu, kepada seorang perempuan tua yang membeli segumpal roti. “Berapa sih nilai 100 rubel sekarang?” ujar Yelena, berseru kepada temannya sesama kasir.

Gara-gara redenominasi, kasir-kasir toko seperti kehilangan otak. Transaksi yang biasanya lancar mendadak macet. Berulang kali kasir meminta maaf kepada pembeli yang antre membayar. “Saya cuma ingin memastikan tak seorang pembeli pun boleh menipu saya,” tutur Yelena beralasan. Itu terjadi sepekan setelah bank sentral Rusia meluncurkan redenominasi rubel, memangkas tiga angka nol pada uang kertas rubel. Warga pun kebingungan.

Meski ada kebingungan, para pejabat mengklaim bahwa redenominasi–yang dilakukan setelah inflasi meroket menjadi 11 persen–berjalan sukses. Sejak itu, 1.000 rubel sama nilainya dengan 1 rubel. Cuma, uang kertas yang baru itu resmi berlaku secara bertahap selama 1998. Uang kertas lama dan baru dipakai secara bersamaan sampai 1 Januari 1999, ketika uang lama benar-benar tak lagi laku. Pemakaian uang kertas lama dan baru secara bersamaan itulah yang bikin Yelena puyeng saat melayani pembeli.

Kebingungan juga terjadi di Ghana pada 2007. Ghana menghapus empat angka nol dari uang kertasnya. Negeri itu melakukan redenominasi guna menyesuaikan diri dengan standar internasional.

Sebelumnya, warga Ghana terbiasa membawa uang dalam karung dan koper, tapi sejak 1 Juli 2007 karung dan koper itu tak diperlukan lagi.

Apa hasil redenominasi? Majalah The British Economist menyebutkan, sejauh ini, selain di Rusia, redenominasi mata uang telah berjalan sukses di Rumania dan Turki.

Malahan, pada 2012 nanti, Rumania, yang melakukan redenominasi pada 2005, bakal segera meninggalkan uang kertas dan koin barunya. Setelah diterima masuk Uni Eropa,
Rumania bakal memakai euro sebagai mata uang mereka.

Begitu pun Turki, yang meredenominasi 1.000.000 lira menjadi 1000 lira pada 2005,
disebut-sebut sukses. “Negeri itu kini menikmati hasil yang positif,” demikian dilansir The British Economist.

Itu sebabnya pada akhir 2010 ini Irak dijadwalkan bakal segera mengeluarkan mata uang yang baru. “Supaya orang gampang bawa uang kontan,” kata anggota penasihat Bank Sentral Irak Mudhhir Muhammad Salih.

KOREAN TIMES | RIANOVOSTI | RFE | ANDREE PRIYANTO

Sumber: TEMPO Interaktif

Comments
11 Responses to “Kebingungan Redenominasi Ala Rusia Dan Ghana”
  1. saipuddin mengatakan:

    mudah-mudahan pemerintah Indonesia jauh lebih siap dari pada rusia biar nantinya tidak kebingungan seperti Rusia.

  2. aungelsofan mengatakan:

    wah perlu sosialisasi yang maksimal tuh …apalagi negara indonesia sangat luas terutama di pelosok2 negeri.
    Mungkinkah kita siap ….❓

  3. Kelabang's Blog mengatakan:

    Siap nggak siap harus siap, kayaknya bagus sih..

  4. rumahsehatafiat mengatakan:

    bagaimana dengan di Indonesia , bila sosialisasikan secara terus menerus kami rasa ga ada masalah krusial. namun sosialisasinya harus meyerap informasi sampai kepada masyarakat keseluruhan.dan dipastikan rakyat mengerti

  5. Ifan Jayadi mengatakan:

    Wah, bagaimana ya kalau hal itu diterapkan juga di Indonesia. Pasti pada masa2 awal akan terjadi ketegangan yang bisa berakibat pada kekacauan. Sebaiknya dikaji ulang dan disosialisasikan terlebih dahulu pada khalayk ramai.

  6. movies online mengatakan:

    Cool web site, I hadn’t noticed kalabang.wordpress.com previously during my searches!
    Continue the fantastic work!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: