Presiden Ini Memilih Ikut Merasakan Kemacetan


76367_benigno__noynoy__aquino_iii_140_105.jpg
» Benigno “Noynoy” Aquino III
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati

VIVAnews – Setelah dilantik menjadi presiden baru Filipina, wajar bila Benigno Aquino III mendapat perlakukan yang istimewa dalam berlalu-lintas. Namun, dalam rangka menunjukkan citra sebagai pemimpin bersahaja, Aquino menolak keistimewaan itu. Akibatnya, bersama dengan warga biasa, dia ikut “menderita” di tengah kemacetan lalu-lintas yang parah di Ibukota Manila.

Presiden yang populer dengan nama panggilan “Noynoy” itu, Jumat 2 Juli 2010, tiba-tiba menyuruh sopir mobil limusin yang dia tumpangi untuk berhenti saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Tak hanya itu, Noynoy juga menolak mobilnya masuk ke jalur khusus bus, seperti yang biasa dinikmati para pemimpin sebelumnya dalam berlalu-lintas, agar bisa terhindar dari kemacetan. Sikap membumi Noynoy itu membuat dia dan rombongan terlambat 40 menit untuk menghadiri acara parade militer.

Seperti dikutip dari laman harian The Philippine Star, putra mendiang ikon demokrasi Corazon Aquino tersebut pada pidato pelantikannya sudah bertekad, “Tidak akan ada sirene, tidak ada jalur khusus, dan tidak ada suap-menyuap.” Pernyataan Noynoy sudah dia buktikan.

“Dia menolak menggunakan jalur kuning bus, kami jadi terjebak kemacetan,” kata seorang jurnalis yang ikut dalam rombongan presiden yang berangkat dari kediaman Aquino di Manila bagian utara. Kawasan tempat tinggal Aquino hanya berjarak lima kilometer dari lokasi parade militer.

Tim polisi bermotor, yang mengawal rombongan, juga dilarang menggunakan sirene untuk membuka jalan. Itulah sebabnya, pasukan pengamanan presiden harus keluar dari kendaraan masing-masing untuk melindungi mobil Noynoy saat mereka terjebak kemacetan.

Juru bicara presiden, Edwin Lacierda, kemarin mengakui kalau keinginan Aquino untuk diperlakukan sama dengan warga negara lain dalam urusan lalu lintas membuat pasukan pengawal presiden sakit kepala. “Padahal saya kira tidak akan ada orang yang menyalahkan dia kalaupun dia menggunakan sirine,” kata Lacierda.

Berdasarkan peraturan di Filipina, hanya kendaraan presiden, wakil presiden, ketua dari dua majelis di parlemen, kendaraan hakim ketua Mahkamah Agung, polisi, militer, dan kendaraan gawat darurat yang bisa menggunakan sirine dan melanggar lampu merah.

Aquino memenangkan pemilihan presiden pada Mei lalu. Dia berjanji akan menumpas korupsi dan mengakhiri budaya kebal hukum yang dinikmati orang-orang berkuasa Filipina sebelum era kepemimpinannya.

Namun, patut ditunggu, sampai kapan Presiden Noynoy berpegang teguh pada komitmennya dalam berlalu-lintas. (hs)

Comments
3 Responses to “Presiden Ini Memilih Ikut Merasakan Kemacetan”
  1. ditunggu buktinya… hehehe😆

  2. sedjatee mengatakan:

    beda banget sama pemimpin negeri ini
    kalo mau lewat paling hobi menutup jalan umum
    biarin rakyat macet,
    yang penting pejabat lancar
    hehehe… salam ironi Bung

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  3. Kelabang's Blog mengatakan:

    Salam juga bung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: