Benarkah Presiden Soekarno Lahir Di Surabaya?


sukarno_html_m6717b0c.jpg

SURABAYA (SINDO) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meyakini Presiden RI pertama Soekarno lahir di Kota Surabaya,bukan di Blitar seperti yang tertulis dalam naskah sejarah Indonesia selama ini. Keyakinan itu didasari fakta yang terungkap dari seminar ”Pelurusan Sejarah Soekarno” di Balai Pemuda, Surabaya, kemarin. Atas fakta baru tersebut,Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono berencana mengirim surat ke Sekretariat Negara (Setneg).

Tujuannya agar ada pelurusan sejarah mengenai tempat kelahiran Proklamator RI Soekarno (Bung Karno). Bahwa Soekarno berasal dari Surabaya dan bukan dari Blitar. ”Kami akan mengirim surat ke Setneg terkait itu,” kata Bambang DH di sela seminar kemarin. Seminar yang diikuti sejumlah sejarawan dan politikus itu mengungkapkan kiprah Soekarno sejak lahir hingga menjadi presiden. Tak hanya penjelasan sejarawan, bukti bahwa Soekarno lahir di Surabaya juga termaktub dalam semua penulisan biografi Bung Karno sebelum 1970. Di sejumlah buku itu tertulis bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Disebutkan, akhir tahun 1900, ayahanda Soekarno,R Soekani Sosrodiharjo, dipindahtugaskan dari Singaraja, Bali, menjadi guru sekolah rakyat Sulung,Surabaya. Di Surabaya itulah istrinya,Nyoman Rai Srimben,pada 6 Juni 1901 melahirkan seorang putra yang diberi nama Kusno Sosrodihardjo yang kemudian menjadi Soekarno. Pernyataan yang sama juga dilontarkan peneliti dan pengajar di Universitas Trisakti Jakarta Yuke Ardhiati.

Menurut dia, banyak di antara masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui bahwa sang Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Soekarno adalah juga arek Suroboyo (pemuda asal Kota Surabaya). Eksplorasi Yuke untuk mengungkapkan semangat arek Suroboyo yang terpantul dari jiwa seni dan semangat perjuangan Soekarno diterapkan dalam teori arketipe tentang konsep diri dari gagasan Carl Gustav Jung. Yuke menjelaskan, arketipe merupakan refleksi sifat dominan dari karakteristik manusia.

Menurut dia, dalam diri Soekarno tertanam gabungan dari berbagai arketipe, yaitu mother, hero, dan mona berpadu sekaligus.”Soekarno memiliki sifat menyerupai rahim ibu. Sebagai penyedia sebuah kehadiran, ada semangat patriotik, tetapi sekaligus memiliki daya pesona yang luar biasa dari dirinya,” papar Yuke.

Bambang DH kembali menyebutkan, semua bukti atas kelahiran Soekarno tersebut sudah cukup gamblang dalam beberapa buku biografi Bung Karno. Bahkan dalam pidato Bung Karno, lanjut dia, Soekarno mengaku bahwa dirinya sebagai warga Surabaya. Hanya, kata dia, sejarah tersebut diputarbalikkan sehingga seolah-olah Soekarno lahir di Blitar. “Ini menunjukkan bahwa penghargaan kepahlawanan di Indonesia masih kurang. Bahkan Surabaya sebagai Kota Pahlawan juga belum pernah mendokumentasikan proklamator tersebut sebagai nama jalan,”sindir pria yang sebentar lagi mengakhiri jabatan sebagai wali kota dan akan menduduki posisi Wakil Wali Kota Surabaya.

Bambang menilai Soekarno yang tumbuh kemudian menjadi bapak bangsa bukanlah lahir dari situasi instan. Namun dia dengan penuh kesadaran langsung menerjunkan dirinya di tengah-tengah kehidupan bangsanya yang hidup tertindas oleh penjajahan.”Temuan- temuan di lapangan membentuk jiwanya sehingga tumbuh menjadi bapak bangsa,”tuturnya.

Dia mengatakan, dengan kondisi itu,tidaklah berlebihan apabila Bung Karno menyebut dirinya sebagai penyambung lidah rakyat. Karena itu, Pemkot Surabaya berterima kasih atas gagasan penyelenggaraan seminar tentang Soekarno itu.“Sebab Soekarno yang sempat terlupakan telah ditemukan kembali oleh arek-arek Suroboyo. Bahwa Soekarno adalah pemimpin besar mereka,”tandas Bambang.

Sementara itu, rencana Wali Kota Surabaya Bambang DH untuk berkirim surat ke Setneg mendapat dukungan kalangan anggota DPRD Surabaya. Dewan menilai langkah tersebut cukup tepat dan harus segara dilakukan sebagai bentuk penyelamatan sejarah. “Sejarah telah telanjur menulis Seokarno lahir di Blitar. Kalau tidak diluruskan, generasi kita akan tersesat. Sebab bagaimanapun sejarah adalah ilmu sekaligus guru,” tutur Wakil Ketua DPRD Surabaya Wisnu Shakti Buana kemarin. (ihya ulumuddin)

Gambar: http://www.baruoke.com

Comments
10 Responses to “Benarkah Presiden Soekarno Lahir Di Surabaya?”
  1. SITI FATIMAH AHMAD mengatakan:

    Assalaamu’alaikum

    Walau siapapun dia, dari mana asalnya, saya tetap mengkagumi peribadi unggul Presiden Pertama RI ini. Saya suka membaca pengkisahan tentang kehebatannya berpidato dan wibawa kepimpinannya yang menyerlahkan kehebatan Indonesia di persada pentas dunia suatu ketika dahulu. Ternya Indonesia beruntung pernah mempunyai pahlawan bangsa yang ditakuti AS dan dikenali seantero dunia.

    Maaf Mas Zulfa, telat kerana kesibukan tugas yang menyita waktu untuk BW.
    Salam mesra dari Sarawak.

  2. Kelabang's Blog mengatakan:

    Wa’alaikumussalam…
    Tidak apa2 mak cik.
    Memang, tiada yang dapat menggantikan kehebatan Bung Karno.

  3. kanvasmaya mengatakan:

    bung karno.. adakah sosoknya lagi?? hehe

  4. Kelabang's Blog mengatakan:

    Sepertinya nggak ada, tapi semoga saja segera lahir sosok yang dapat menggantikan Bung Karno.

  5. sempulur mengatakan:

    Akan ada sosok yang sesuai kebutuhan zaman…
    Bung Karno memang telah dilahirkan dan dibutuhkan untuk kondisi itu, dan yang kita harapkan sekarang adalah “bung-bung” yang lain sesuai kondisi sekarang ini.

  6. Kelabang's Blog mengatakan:

    Ya, semoga saja segera lahir bung Karno-bung Karno zaman sekarang.

  7. darahbiroe mengatakan:

    smoga ajah
    indonesia makin maju
    itulah harapan yang terbesut dalam benaku saat ini

  8. Kelabang's Blog mengatakan:

    Dan yang terbesut dalam benak kita semua.
    Jayalah Indonesiaku..

  9. susiloadysaputro mengatakan:

    Wah iya saya juga pernah baca artikel koran kalo ternyata beliau kelahiran Surabaya, buka Blitar seperti kebanyakan orang tau..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: