Bekerjalah Dengan Keras Dan Cerdas


oleh: MbahDarmo
Pengarang : Andrie Wongso
parang06.jpg

Tidak Hanya Bekerja Keras, Tapi Juga Bekerja Dengan Cerdas

Alkisah seorang kakek sakti mandraguna akan mewariskan ilmu rahasianya kepada salah satu dari dua murid kesayangannya. Pada suatu sore hari, dipanggillah kedua muridnya itu, dan Pak Tua sakti ini mulai berkata, “Saya akan mewariskan ilmu rahasia saya kepada salah satu dari kalian dengan syarat : besok pagi kalian berdua harus masuk ke hutan dan mengumpulkan ranting pohon hingga sore hari. Siapa diantara kalian yang berhasil mengumpulkan ranting pohon terbanyak akan mendapat ilmu rahasia yang secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang saya”. “Dan, untuk memotong ranting pohon, kalian berdua hanya boleh menggunakan parang yang saya berikan ini.” Lanjut pak Tua, sambil memberikan masing-masing sebuah golok yang tersimpan dalam sarung kayu, kepada kedua muridnya.

Selepas menerima golok, kedua muridnya pun pergi ke kamar masing-masing. Murid yang pertama langsung pergi tidur untuk menyimpan tenaga supaya besok pagi bisa bekerja keras memotong dan mengumpulkan ranting pohon sebanyak mungkin. Sedangkan murid kedua, mulai mengasah golok, mempersiapkan bekal makanan dan minuman untuk besok pagi, tali untuk mengikat ranting pohon, dan menyiapkan bambu untuk memanggul ranting pohon yang telah dipotong.

Esok paginya, kedua murid ini pun mulai masuk ke hutan untuk mengumpulkan ranting pohon. Pada sore harinya, murid pertama mengumpulkan ranting lebih sedikit dibanding murid kedua. Murid kedua mengumpulkan ranting dua kali lebih banyak dibanding murid pertama.

Untuk memotong sebuah ranting yang cukup besar, murid pertama menghabiskan waktu dua kali lebih banyak daripada murid kedua. Golok yang diberikan oleh gurunya ternyata tumpul ! Waktu murid pertama banyak dihabiskan untuk pergi ke sungai mencari minum dan mencari buah-buahan untuk mengganjal perut. Dan, karena tidak membawa bambu, maka murid pertama hanya membawa sedikit ranting yang dapat dia gendong di pundaknya. Sedangkan murid kedua dengan parang yang tajam, mampu memangkas ranting lebih banyak. Dan, karena membawa bambu untuk pikulan, maka dia dapat membawa dua ikat besar ranting pohon yang digantungkan di kiri dan kanan.

Murid kedua menghasilkan lebih banyak karena adanya perencanaan sebelum bekerja. Seringkali, kita merasa telah bekerja sangat keras, namun hasilnya belum sesuai dengan harapan kita. Atau barangkali, kita terlihat sangat “sibuk” tiap harinya, namun di akhir bulan, ternyata sangat sedikit “output” yang kita hasilkan.

Sudah saatnya Anda mengambil waktu sejenak untuk merenungkan, dan menganalisa semua aktivitas rutin Anda dan merencanakan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencapai target akhir bulan.

Salam sukses !! (Mbah Darmo)

Sumber: Shvoong.com
Gambar: steeladdictionknives.com

Comments
12 Responses to “Bekerjalah Dengan Keras Dan Cerdas”
  1. saipuddin mengatakan:

    bekerja dengan otot tanpa otak, akan sia-sia.
    Mudahan lebih bijak saat bertindak.

  2. z4nx mengatakan:

    i like this post ..
    jadi inget tuk bikin analisa secepatnya

  3. Kelabang's Blog mengatakan:

    Hebat, sudah bisa bikin analisa..

  4. fitrimelinda mengatakan:

    kalo kerja lebih baik menggunakan otak, otot juga sih..🙂

  5. fitr4y mengatakan:

    Wah, aku harus merubah cara kerjaku nih ..

    Thanks ya,,

  6. johan zeroseven mengatakan:

    klu kata orang jawa, kerja ntu g cuma okol tapi pake akal juga..

  7. Kelabang's Blog mengatakan:

    Betul.. Betul.. Betul…

  8. Lucky dc mengatakan:

    Iya, setuju pak. Kadang-kadang zaman sekarang bukan kerja keras aja yang dibutuhkan tapi kombinasi kerja keras dan cerdas. Klo kerja keras tapi tidak cerdas kita bisa capek sendiri hehehe…🙂

  9. Kelabang's Blog mengatakan:

    Yupz, suatu pasangan yang ideal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: