Minoritas Itu Lincah


Erwin Aksa
CEO Bosowa Corporation
322569125t.jpg

Jangan risau sebagai minoritas. Besar itu indah, tapi kecil itu lincah. Perusahaan besar dengan struktur berat memiliki kerentanan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki struktur atau kompleksitas yang lebih ringan.

Small companies have a little burden on their organization rather than big companies.

Banyak perusahaan multinasional, seperti General Motor (GM) di tahun awal tahun 1990-an, menghabiskan miliaran dollar AS per tahun hanya untuk mengelola struktur yang terlalu kompleks. Bayangkan, GM memiliki divisi regional yang memiliki kuasa untuk membangun, memproduksi, dan mendistribusikan mobil berdasarkan kebutuhan lokal.

Bagi GM pusat, struktur yang demikian menimbulkan pengulangan yang besar dan mahal. Di masa krisis, lebih jauh lagi di era yang lebih kompetitif, pengulangan seperti ini merupakan pemborosan. Maka dia kalah bersaing dengan Toyota yang bisa menguasai pasar mobil di Amerika.

Perusahaan yang terlalu gemuk menjadi lamban dan sulit berekspansi. Dengan kata lain, restrukturisasi organisasi perusahaan merupakan sebuah keharusan tatkala perusahaan ingin keluar dari krisis dan ingin lincah.

Begitu pula yang dihadapi Bosowa Corporation. Krisis tahun 1998 mewariskan beban berat bagi Bosowa. Beban utang tiba-tiba membengkak menjadi hampir lima kali lipat dari utang pokok. Tapi kami tidak mau lari. Kami menghadapinya dan beritikad baik terhadap kreditur. Hanya saja, boleh, dong, kami meminta keringanan karena kenaikan beban itu bukan kesalahan kami.

Selain menyelesaikan kewajiban dengan kreditur, kami juga merestrukturisasi perusahaan. Kami hilangkan lemak di perusahaan agar usaha ini lebih slim. Yang tidak baik kami buang. Yang baik tetap kami pertahankan dengan mempertajam fokus bisnisnya.

Bertahun-tahun berjalan, sekarang restrukturisasi itu boleh dibilang sudah selesai. Sekarang kami hanya terfokus pada bidang otomotif, infrastruktur, semen, property, keuangan, dan perkebunan. Kami bisa mulai berekspansi lagi, baik secara organik maupun anorganik. Dan ketika ada krisis 2008, bisnis kami tidak goyah.

Tentu saja, peran karyawan sangat besar dalam proses itu. Makanya, telling the truth is also a part of building trust and respect. Kita harus membuat stakeholder dan karyawan yang kita pimpin percaya dan yakin dengan kepemimpinan kita. Ini modal penting untuk membangun organisasi perusahaan yang solid.

Di beberapa anak perusahaan, Bosowa juga mengurangi kepemilikan saham dan tidak mayoritas lagi. Sebagai contoh di PT Nusantara Infrastructure Tbk. Sekarang, Bosowa hanya memiliki sekitar 36%, dan sisanya kami lepaskan kepada investor lain.

Keluarga kami, Grup Bosowa, memang tidak lagi berorientasi mengejar kepemilikan mayoritas. Kami lebih mementingkan sisi strategis. Tidak perlu merisaukan berapa-berapanya. Minoritas tapi strategis dan menjadi pengendali. Di sisi lain, tiap perusahaan di grup ini bisa lebih leluasa berekspansi, termasuk mencari pendanaannya.

Tren di dunia juga seperti itu. Siapa sih pemegang saham Citibank? Siapa pemegang saham Microsoft, Wallmart, Disney? Kepemilikan saham mereka terpecah-pecah menjadi milik ribuan orang.

Grup Bakrie juga begitu. Apa dia menguasai mayoritas saham Bumi Resources? Tidak. Toh, dia bisa berperan sebagai pengendali walau bukan pemegang mayoritas. Kenapa bisa begitu, karena kita memahami betul bisnisnya lebih di atas yang lain.
Tri

Sumber: KONTAN Mobile

Iklan
Comments
20 Responses to “Minoritas Itu Lincah”
  1. Asop berkata:

    Grup manapun itu, yang penting jujur. ๐Ÿ˜ก

  2. maminx berkata:

    Salam..kalimat ini “Besar itu indah, tapi kecil itu lincah” mengingatkan saya akan presiden dan wakil presiden periode sebelum nya ya, hehehe..

  3. Fir'aun NgebLoG berkata:

    mantab bgt tuch postingannya mas!
    besar mau pun kecilnya skala perusahaan yang penting manfaatnya bisa dirasakan secara rill oleh masyarakat ๐Ÿ˜€ hehehe…. * so tau aja nich.

  4. sedjatee berkata:

    minoritas itu lincah… bener juga
    kecil itu indah…. yang ini juga populer
    sa;lam sukses…

    sedj

  5. Assalaamu’alaikum Mas Zulfa…
    Alhamdulillah, hari ini berkesempatan menyapa dalam kesibukan.waktu.
    Jika rajin berusaha, tanpa mengenal penat lelah pasti menemui keberhasilan. Jika mahu mengubah kehidupan menjadi lebih baik, menguji kekuatan mental dan upaya diri, maka harus menggunakan tenaga akal juga mental bagi mengurih segenap ide yang bakal menebarkan sebuah wadah kejayaan di depan mata.

    haruslah ingat akan kata bidalan ini… Kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya. Besar atau kecil bukan ukuran dalam mencapai kejayaan tetapi kekuatan diri, keyakinan dan keberanian mampu menampakkan yang kecil sangat lincah dan boleh menongkat langit. Semoga berjaya hendaknya.

    Salam dari Sarawak. ๐Ÿ˜€

  6. Kelabang's Blog berkata:

    Wa’alaikumussalam…
    Indah nian pepatahnya ”Kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya”. Ruyung tu kulit sagu ya makcik?
    Aku tanya istriku yang orang Melayu, katanya di sini namanya uyung.

    Salam sukses & sejahtera Mak Cik..

  7. Nur'Amilah berkata:

    lebih baik perusahaan kecil tapi skalanya besar dari pada perusahaan besar tapi skalanya kecil ๐Ÿ˜€

  8. Fir'aun NgebLoG berkata:

    blogwalking aja lagi dech ๐Ÿ˜€

  9. akan lebih baik lagi apabila besar dengan struktur yang baguss a.k.a. lincah … ya kan???

    Semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang

  10. uni berkata:

    Jangan risau sebagai minoritas. Besar itu indah, tapi kecil itu lincah. suka banget sama kalimat ini ๐Ÿ™‚
    postingannya bagus ๐Ÿ™‚

  11. seto berkata:

    setuju…
    yang kecil tu lebih fleksibel.
    lebih mudah bergerak

  12. teguhhw berkata:

    mlm pulsa.memang berbeda managent ala barat dan managemen jepang.lebih efektif managemen jepang baik penanganan semua sektor.stuktur yang gemuk dengan beban kerja yang kecil juga kurang pas lebih ideal lagi kalau beban kerja disesuaikan dengan personil karyawan perusahaa.www.klubleadermlm.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: