PNSpreneur? Mengapa Tidak?


Oleh: Muhamad Ahsan

Tulisan ini bermula terinspirasi dari teman bermain badminton saya yang suatu ketika menemui saya dan dengan sedikit berlagak berkata, “come on i’ll treat you, i have much money”.
Saya hanya tersenyum “Wah lagi banyak duit nih rupanya?” timpal saya.

Dialog kecil itupun terhenti dan kita bercerita tentang bisnis yang di lakoninya. Sebagai seorang dosen di salah satu perguruan tinggi membuat dia harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Walaupun saya tahu anak-anaknya sudah pada dewasa dan mandiri tetapi itu tidak menyurutkan langkah beliau yang memang memiliki naluri bisnis.

“Tolong bantu sayalah, carikan penjahit karena order kali ini begitu besar dan saya harus memenuhi janji bisnis untuk tepat waktu menyelesaikan orderan, ” tukasnya ketika bertemu saya sebelumnya.
“Akan saya bantu pak, kalau nanti saya dapatkan penjahitnya saya akan minta kontak bapak langsung, ” jawab saya.
“Ok, saya tunggu ya,” jawab teman saya.
Saya masih ingat dialog itu ketika kita berpisah di ruang dosen dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Belakangan saya didatangi dan ditraktir itu hehehhe.

Akhir-akhir ini banyak sekali istilah-istilah yang ada kaitannya dengan bunyi preneur yang sebetulnya mengacu ke entrepreneurship sebutlah technopreneur, cyberpreneur dan preneur-preneur lainnya (bisa saja suatu saat muncul istilah ojekpreneur heheheh). Entrepreneur sendiri sebetulnya sebagai sikap mental kreatif untuk tidak selalu bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Banyak pakar telah mendefenisikan tentang entrepreneurship ini sebutlah Knight (1921), Schumpeter (1934), Hoselitz (1952), Cole (1959), McLelland (1961), Casson (1982), Gartner (1985), Stevenson cs (1989), Hart (1995) (Sumber : Dollinger 2003). Untuk konteks lokal mungkin Pak Ci (sebutan Ciputra) yang paling konsisten sampai-sampai beliau mendrikan universitas berbasis entrepreneurship di kawasan Surabaya Barat.

Mengapa PNSpreneur? Ya tidak mengapa kan, walaupun ketika saya ketikkan di mbah Google pns preneur, muncul istilah tersebut tetapi yang saya tulis ini berdasarkan investigasi dan pengalaman dari rekan-rekan yang berjiwa entrepreneur dan sukses menurut ukuran saya. Berbagi tidak masalah kan?

Teman yang mentraktir saya tadi pernah saya tanya seberapa besar omzetnya. Dia menggunakan istilah semesteran, kalau semester ganjil kurang lebih 1 M dengan profit 10% netto tetapi semester genap hanya separuhnya. Memang bisnis yang dijalankannya ada kaitannya dengan kalender akademik perguruan tinggi, yaitu bisnis jahit-menjahit toga, jas almamater dan yang ada kaitannya dengan itu. Bagaimana ?

Investigasi yang satunya lagi masih juga ada kaitannya dengan perguruan tinggi, kos-kosan mahasiswa. Ketika saya diajak melihat bisnis kos-kosan ini saya tersenyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak dengan jumlah kamar hampir 130 dan dengan sistim pengelolaan hotel maka dipastikan kurang lebih setiap bulan 25 juta mengalir ke kocek teman saya ini. Kos-kosan teman saya ini ada gymnya walaupun tidak lengkap tetapi itu cukup membantu mengusir kejenuhan mahasiswa, ada lapangan tenis meja, ada kafe kecilnya, ada loundrynya, bahkan ada cctvnya hahahaha (jangan-jangan kepolisian kalah ya heheheh), nah..kurang lengkap apa? Setiap anak kos bebas menggunakan saluran telepon dan listrik tetapi akhir bulan akan ditagihkan dengan billing yang detail. Ya mirip tamu hotel kalau mau check out.

Bagaimana ? PNSpreneur teman-teman yang berstatus pns tadi telah menjadi penggerak roda ekonomi juga, berapa tukang jahit yang terlibat dalam bisnis konveksinya. Begitu juga dengan teman pns yang berbisnis kos-kosan tadi, berapa penjaga yang terlibat dalam bisnis kos-kosan yang mirip hotel tersebut, mulai dari cleaning service, penjaga parkir, penjaga kafe dan lain-lain. Bukankah mereka juga turut berjasa dalam mengentaskan pengangguran ?

Jadi bila anda pns jangan juga takut untuk berbisnis yang penting halal dan yang penting lagi tidak menurunkan kinerja anda sebagai pelayan publik dan pandai mengatur waktu tentunya. Menurut teman saya tadi, bila bisnis sudah berjalan ‘kita hanya tinggal ngecek saja kok pak’.

Anda pns? Jadilah pnspreneur untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Hidup pnspreneur !

Sumber: Kompasiana

Comments
5 Responses to “PNSpreneur? Mengapa Tidak?”
  1. Nur'Amilah mengatakan:

    mohon ijin pertamax😀
    alhamdulillah, saya cuma ibu RT, ga kesampaian jadi PNS.
    Moga sukses aja buat para pnspreneur….!

  2. fitr4y mengatakan:

    Aku gak lolos jadi pns, mash bertahan di swasta .. tp impian Ku untuk bisa memiliki usaha sampingan seperti kos2 san itu .. mantap banget ……. thanks dah berbagi kisah sukses ,,

  3. Fir'aun NgebLoG mengatakan:

    saya juga PNS q…. Pencari Nafkah Sendiri😀 hehehe….

  4. Asop mengatakan:

    Yaaah selama gak mengganggu tugasnya sebagai pelayan rakyat, gak masalah PNS berwirausaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: