Berbelanja Dengan 2 Mata Uang


Liputan6.Com Jayapura: Ada yang berbeda di Marketing Point Skouw, Muara Tami, Jayapura, Papua, pasar yang terletak paling timur Indonesia. Di daerah perbatasan sana, masyarakat menggunakan dua mata uang sekaligus untuk bertransaksi. Maklumlah, warga yang belanja di sana bukan hanya warga negara Indonesia, tapi juga penduduk Distrik Wutung, Papua Nugini, seperti yang terlihat baru-baru ini.

Untuk menuju pasar tersebut, perlu waktu dua jam perjalanan darat dari Jayapura. Di sana, masyarakat bisa membeli berbagai aneka barang, dari pakaian, aksesoris, hingga kebutuhan pokok.

Banyak alasan yang membuat warga Papua Nugini berbelanja di sana. Dari harga yang lebih murah, sampai kualitas barang yang sangat bagus. Banyaknya warga Papua Nugini yang berbelanja, membuat transaksi tak selalu menggunakan mata uang rupiah. Tidak sedikit di antara warga yang memakai kina, mata uang Papua Nugini. Inilah yang membuat pasar tersebut terlihat berbeda dengan tempat transaksi lainnya.(ULF)

Comments
24 Responses to “Berbelanja Dengan 2 Mata Uang”
  1. davidkaka mengatakan:

    wah asyik juga tuh kayanya… hehehe😀

    mampir yah ke http://highschoolscholarships.co.cc/

  2. kakve-santi mengatakan:

    pasar taraf internasional kah. ? hehehe

  3. Nur'Amilah mengatakan:

    Menarik juga jual-beli dengan menggunakan mata uang lebih dari satu, asal benar-benar transaksinya langsung dengan mata uang yang bersangkutan. Tidak seperti di pameran2 komputer/laptop, bandrol dollar tapi tetap saja transaksinya harus dengan rupiah! Aneh hehehe…
    Salam…😀

  4. SITI FATIMAH AHMAD mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Mas Zulfa…
    Alhamdulillah, kembali berkunjung menemui sahabat yang baik di sana.

    Kalau di Malaysia juga demikian mas.
    Terdapat beberapa sempadan di negeri dalam negara malaysia yang menggunakan dua mata wang sebagai urusan transaksi.

    Contohnya:

    Pertama:
    Sarawak yang bersempadan dengan Pontianak, Indonesia dan berlaku transaksi di sempadan Entekong (kalimanatan, Indonesia dan Tebedu (Kuching, Sarawak). Boleh menggunakan rupiah Indonesia dan ringgit Malaysia.

    Kedua:
    Kedah dan Perlis dengan Utara Thailand yang bersempadan di Bukit Kayu Hitam, Kedah Malaysia) dan Padang Besar, Perlis Malaysia). Boleh menggunakan bath Thailand dan ringgir Malaysia.

    Ketiga:
    Rantau Panjang (Kelantan) dengan Golok (Selatan Thailand). menggunakan bath Thailand dan ringgit Malaysia.

    Terdapat keberuntungan bagi kedua-dua pihak dalam penggunaan dua mata wang. mungkin kerana tinggi nilainya atau maslahat peningkatan ekonomi bagi kedua-dua negara yang menggunakannya.

    Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak.

  5. Denuzz BURUNG HANTU mengatakan:

    haha … emang banyak kan daerah perbatasan yang gitu …
    tapi Denuzz sedikit bingung, apa mereka perhatin kurs yang fluktuatif banget ya …

    Semoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang

  6. Usup Supriyadi mengatakan:

    berarti penjual dan pembelinya harus selalu melihat indeks nilai tukar ya,,,,, iihhihiihii

  7. sedjatee mengatakan:

    gaya bertransaksi yang unik
    dan beginilah jadinya jika tiap wilayah menganut uang yang berbeda
    paling bijak adalah mata uang emas
    bisa dipakai di seluruh ruang dan waktu
    tanpa khawatir terkena inflasi
    nice post,… salam sukses..

    sedj

  8. Mega mengatakan:

    saya ko jadi inget Upin = Ipin ya😉

  9. Pendar Bintang mengatakan:

    Wah….sedikit ribet….bagaimna konvertsi mata uangnya…

  10. ah daripada buat belanja mending buat donasi

    btw saya sedang cari donasi untuk korban merapi. info ada di sini http://lambertoes.wordpress.com/2010/10/27/kalau-merapi-bisa-ngomong/ terima kasih

  11. Fir'aun NgebLoG mengatakan:

    kunjungan malam bRooo…
    giliran ronda malam nich😀 hehehe….

    mungkin penggunaan mata uang campuran akan menjadi trand pasar masa depan tuch😀

  12. MENONE mengatakan:

    saling bertukar saling kebersamaan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, knp bangsa malaysia ga seperti itu ya………………

  13. Kelabang's Blog mengatakan:

    Orang Malaysia yang pinggiran, dalam arti bukan pusat2 kota, suka berbagi juga, dan memang ada seperti contoh 2 mata uang di atas.

  14. hmm begitulah hidup di daerah perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: